“ Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang ”Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Sumber dari informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Di dalam dunia bisnis, kejadian-kejadian yang sering terjadi adalah transaksi perubahan dari suatu nilai yang disebut transaksi. Kesatuan nyata adalah berupa suatu obyek nyata seperti tempat, benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi.Data merupakan bentuk yang masih mentah, belum dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu metode untuk menghasilkan informasi. Data dapat berbentuk simbol-simbol semacam huruf, angka, bentuk suara, sinyak, gambar, dsb.
Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sabagai input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus. Siklus informasi ini dapat digambarkan sebagai berikut ;
Sistem Informasi dapat dibedakan menjadi 2, sistem informasi manual dan sistem informasi berbasis komputer (CBIS)
CBIS atau selanjutnya disebut sistem informasi (SI) saja adalah jenis sistem informasi yang menggunakan komputer
Apakah Sistem Informasi Itu?
Apakah Sistem Informasi Itu?
Apakah Sistem Informasi Itu?
Contoh Sistem Informasi
Sistem reservasi pesawat terbang
Sistem untuk menangani penjualan kredit kendaraan bermotor
Sistem biometrik
Contoh Sistem Informasi : Sistem POS (point-of-sale)
Sistem telemetri
Sistem berbasiskan kartu cerdas (smart card)
Contoh Sistem Informasi: Sistem yang dipasang pada tempat-tempat publik yang memungkinkan seseorang mendapatkan informasi seperti hotel, tempat pariwisata, pertokoan, dan lain-lain
Sistem layanan akademis berbasis Web
Sistem pertukaran data elektronis (Electronic Data Interchange atau EDI)
E-government atau sistem informasi layanan pemerintahan yang berbasis Internet.
Sifat Sistem Informasi
Tidak harus kompleks bisa saja menggunakan sebuah komputer
(Turban, McLean, dan Wetherbe, 1999)
Melaksanakan komputasi numerik, bervolume besar, dengan kecepatan tinggi
Menyediakan komunikasi dalam organisasi atau antarorgansiasi yang murah, akurat, dan cepat
Menyimpan informasi dalam jumlah yang sangat besar dalam ruang yang kecil tetapi mudah diakses
Memungkinkan pengaksesan informasi yang sangat banyak di seluruh dunia dengan cepat dan murah
(Turban, McLean, dan Wetherbe, 1999)
Meningkatkan efektivitas dan efisiensi orang-orang yang bekerja dalam kelompok dalam suatu tempat atau pada beberapa lokasi
Menyajikan informasi dengan jelas yang menggugah pikiran manusia
Mengotomasikan proses-proses bisnis yang semiotomatis dan tugas-tugas yang dikerjakan secara manual
Mempercepat pengetikan dan penyuntingan
Melaksanakan hal-hal di atas jauh lebih murah daripada kalau dikerjakan secara manual
Model SI
Peranan Sistem Informasi
(Alter, 1992)
Berpartisipasi dalam pelaksanaan tugas-tugas Otomasi
Mengaitkan perencanaan, pengerjaan, dan pengendali dalam sebuah subsistem
Mengkoordinasikan subsistem-subsistem
Mengintegrasikan subsistem-subsistem.
Hubungan Perencanaan, Pengerjaan, dan Pengendalian
Apakah Teknologi Informasi Itu?
Kamus Oxford (1995) : TI adalah studi atau penggunaan peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan, menganalisis, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan, dan gambar
Alter (1992), TI mencakup perangkat keras dan perangkat lunak untuk melaksanakan satu atau sejumlah tugas pemrosesan data seperti menangkap, mentransmisikan, menyimpan, memgambil, memanipulasi, atau menampilkan data
Apakah Teknologi Informasi Itu?
Martin (2002) : TI tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi
Lucas (2000) : TI adalah segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan infromasi dalam bentuk elektronis
Contoh TI
Teknologi Informasi (Haag, 2000)
Teknologi Masukan
Teknologi Keluaran
Teknologi Perangkat Lunak
Teknologi Penyimpan
Teknologi Telekomunikasi
Teknologi Pemroses
Beberapa Alasan Investasi TI
Adanya kebutuhan untuk mempertahankan dan meningkatkan posisi kompetitif
Mengurangi biaya
Meningkatkan fleksibilitas dan tanggapan
Alasan Penerapan TI pada Bidang Pemasaran
(O’Connor dan Galvin 1997)
Teknologi informasi mempengaruhi proses pengembangan strategi pemasaran karena teknologi informasi memberikan lebih banyak informasi ke manajer melalui pemakaian sistem pengambilan keputusan (Decision Support Systems atau DSS)
Alasan Penerapan TI pada Bidang Pemasaran
Teknologi informasi memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan berbagai bagian yang berbeda dalam organisasi dan menyediakan banyak informasi ke manajer. Sebagai contoh, sistem informasi eksekutif (Executive Information Systems atau EIS) mempengaruhi aliran informasi secara vertikal dalam perusahaan. Pihak manajemen atas memiliki akses informasi yang lebih besar dan mengurangi ketergantungan sumber informasi terhadap manajemen menengah. Jaringan telekomunikasi memungkinkan informasi mengalir dengan mudah dan cepat di antara departemen dan divisi yang berbeda. Teknologi informasi juga mempengaruhi antarmuka-antarmuka organsiasi dengan lingkungan, seperti pelanggan dan pemasok. Sistem antarorganisasi yang dilengkapi dengan pertukaran data elektronis (EDI) menciptakan hubungan yang lebih dekat antara organisasi dan pemasok, memfasilitasi manajemen sediaan yang lebih efisien dan memungkinkan pendekatan tepat waktu dalam melakukan pemesanan kembali
Peranan TI
Teknologi informasi menggantikan peran manusia. Dalam hal ini, teknologi informasi melakukan otomasi terhadap suatu tugas atau proses.
Teknologi memperkuat peran manusia, yakni dengan menyajikan informasi terhadap suatu tugas atau proses.
Teknologi informasi berperan dalam restrukturisasi terhadap peran manusia. Dalam hal ini, teknologi berperan dalam melakukan perubahan-perubahan terhadap sekumpulan tugas atau proses.
Pengaruh TI dalam Proses Bisnis
Aturan lama: Manajer membuat semua keputusan
Teknologi informasi: Perangkat pendukung keputusan (akses basis data, perangkat lunak pemodelan)
Aturan baru: Pembuatan keputusan adalah bagian pekerjaan dari setiap orang
Aturan lama: Hanya para pakar yang dapat melaksanakan pekerjaan kompleks
Teknologi informasi: Sistem pakar (expert system)
Aturan baru: Orang awam dapat melakukan pelerjaan seseorang pakar
Aturan lama: Informasi hanya dapat muncul dalam satu tempat pada satu saat
Teknologi informasi: Berbagi basis data
Aturan baru: Informasi dapat muncul di banyak tempat secara serentak ketika diperlukan
Aturan lama: Petugas lapangan memerlukan tempat yang digunakan untuk menerima, menyimpan, mengambil, dan mengirimkan informasi
Teknologi informasi: Komunikasi data tanpa kabel dan komputer portabel
Aturan baru: Petugas lapangan dapat mengirim dan menerima informasi kapan saja diperlukan
Strategi biaya, yakni menjadikan produsen dengan biaya yang rendah, memberikan harga yang lebih murah terhadap pelanggan, menurunkan biaya dari pemasok, atau meningkatkan biaya pesaing untuk tetap bertahan di industri
Strategi diferensiasi, yakni mengembangkan cara-cara untuk membedakan produk/jasa yang dihasilkan perusahaan terhadap pesaing sehingga pelanggan menggunakan produk/jasa karena adanya manfaat atau fitur yang unik
Strategi inovasi, yakni memperkenalkan produk/jasa yang unik, atau membuat perubahan yang radikal dalam proses bisnis yang menyebabkan perubahan-perubahan yang mendasar dalam pengelolaan bisnis.
Strategi pertumbuhan, yakni dengan mengembangkan kapasitas produksi secara signifikan, melakukan ekspansi ke dalam pemasaran global, melakukan diversifikasi produk/jasa baru, atau mengintegrasikan ke dalam produk/jasa yang terkait.
Strategi aliansi, yakni membentuk hubungan dan aliansi bisnis yang baru dengan pelanggan, pemasok, pesaing, konsultan dan lain
Tidak ada komentar:
Posting Komentar