Perjalanan panjang meninggalkan jejak jelas terukur dibelakang tapak kaki. Selalu berada diantara bayangan dan diri sipenempuh perjalanan.
Terkadang tersandung, jatuh terjerembab tp waktu mengharuskan tetap bangkit, masih jauh perjalanan yg akan ditempuh.
Hati, fikiran, perasaan menjadi sahabat sejati. Susah dan senang ibarat makanan dikala lapar dan minuman saat dahaga. Istirahat adalah maut, sesekali mengintai menunggu saat yg tepat untuk mengumpat.
Perjalanan menggunakan kendaraan waktu,tak bisa dicegah dan tak bisa kembali. Hanya tau jalan harus kedepan, tegakkan kepala, busungkan dada, berani berhadapan dgn apapun termasuk dirimu sendiri.
Cinta ad di samping kanan badan,bergandengan mesra tanpa peduli dengan setan. Sayang berada di samping kiri tubuh, meneduhkan, walau dgn sdkt lusuh dia berhembus.
Kesetiaan bagai jaminan kekuatan tambahan dalam kenistaan,berhasil maka berlanjutlah perjalanan,bila tidak maka kembali maut mengintip mencuri kesempatan...
Aku adalah manusia celaka,tiap perjalananku adalah malapetaka,semua iman kugadaikan demi sebuah kebahagiaan semu atas nama cinta jahanam,bahkan maut pun enggan mendekat karena semua yg kulakukan hanya ingin menantang si pencabut nyawa utk berdebat?!!
Semua sudah usai,harus kuulangi lg dari awal,mungkin aq akan pincang selamanya,bahkan cacat,tapi perjalanan ini harus sampai pada tujuanna. Harus tegak kepalaku menjelang ajal memenggal,harus basah mataku akan bahagia,harus indah wajahku dikala tertawa nantinya...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar