Nabi Muhammad saw adalah manusia sempurna yang patut diteladani segala sifat, sikap, dan tingkah lakunya.Namun ada hal menarik pada diri beliau yang jarang diungkap oleh para sejarahwan, yaitu mengenai senyum Rasulullah. Sepintas hal itu mungkin tampak sepele dan tak berarti. Padahal bila dikaji lagi, dampaknya sungguh luar biasa. Banyak keberhasilan Rasulullah dalam misinya sebagai penyebar agama Tauhid dikarenakan senyum dan keramahannya. Dengan hal itu pula maka Rasulullah berpengaruh kuat dalam pergaulan sehari-hari, sehingga beliau dicintai dan disegani oleh kawan maupun lawan.
Pribadi yang selalu diliputi oleh senyuman akan lebih mudah mencapai keberhasilan ketimbang pribadi yang lebih kerap bermuram durja.
Rasulullah menyadari benar manfaat senyuman. Dengan senyuman akan mudah menguasai hati orang lain karena orang akan lebih bersimpati kepada mereka yang tampil dengan senyuman pada kesempatan pertama. Sesuatu yang tak dapat diraih oleh mereka yang selalu tampil dengan wajah muram karena penderitaan. Senyum adalah kunci rahasia untuk membuka dialog yang menarik dan menyenangkan orang lain.
Seseorang yang dalam keadaan riang gembira akan memiliki kemampuan yang lebih besar untuk berpikir lebih obyektif, sehingga dapat memilih kata-kata dan ucapan yang baik, mengambil keputusan dengan cara yang tepat dan baik pula. Maka kemungkinan untuk berhasil pun menjadi lebih besar. Senyum merupakan bukti dari kerelaan dan keriangan hati, juga dapat digunakan untuk menetralisasi suasana tegang dan mengakrabkan hubungan.
Rasulullah saw. adalah orang yang selalu menampakkan wajah berseri-seri, dengan senyumnya yang khas setiap kali bertemu dengan orang lain. Keceriaannya membuat para sahabat betah duduk berlama-lama di dekat beliau. Setiap orang yang baru pertama kali bertemu beliau pasti terkesan oleh senyumannya. Senyum juga merupakan ungkapan perasaan Rasulullah setiap kali menghadapi peristiwa yang lucu, selain merupakan perwujudan akhlak dan perangainya.
Beliau pernah bersabda,
” Janganlah terlalu membebani jiwamu dengan segala kesungguhan hati. Hiburlah dirimu dengan hal-hal yang ringan dan lucu, sebab bila hati terus dipaksa memikul beban berat, ia akan menjadi buta.” Senyum adalah cermin kelapangan hati dan kebahagiaan jiwa. Senyum juga dapat menciptakan suasana damai, bersahabat, ramah, dan menyenangkan.
Rasulullah Saw tidak pernah tertawa, kecuali dengan tersenyum. Thabrani meriwayatkan dari Abi Umamah bahwa Rasulullah termasuk orang yang paling banyak tersenyum di antara manusia, juga yang paling baik jiwanya di antara mereka. Sedangkan Ahmad meriwayatkan bahwa Rasulullah tidak pernah menceritakan sesuatu, kecuali dengan tersenyum. Ibnu Abbas ra mengatakan bahwa Rasulullah adalah orang yang paling banyak tersenyum dan menangis. Berwajah manis dan penuh senyum pada orang lain adalah bukti keramahan Rasulullah saw. Beliau pernah bersabda, “ Sesungguhnya keramahtamahan itu memperindah segala sesuatu dan bila dicabut daripadanya akan menjadikannya buruk.”
Minggu, 31 Oktober 2010
Minggu, 24 Oktober 2010
Memilih Jenis Kelamin Anak
Pemilihan jenis kelamin anak di sini didasarkan pada : 1. Siklus Haid 2. Asam Basa Rahim 3. Usia Sel Telor 4. Usia Sperma
Tentunya tulisan ini untuk pria dan wanita yang normal. Artinya tak punya keluhan dalam hal yang bersangkutan dengan tulisan ini.
1. Siklus Haid
Sebaiknya anda bersenggama pada masa subur, yaitu sekitar hari ke 8 sampai 15.Kebolehjadian untuk mendapatkan anak pada masa ini sangat besar sekali. Untuk mendapatkan jenis kelamin laki-laki untuk anak kita, jangan bersenggama sebelum hari ke 13. Sebaliknya untuk mendapatkan anak perempuan, sebaiknya bersenggama mulai hari ke 8 atau setelah menstruasi bersih. Hindari bersenggama pada hari ke 13 14 15, kecuali anda sudah bersenggama mulai hari ke 8 secara berturut-turut dan atau terus menerus. Tiap malam maksudnya. Pada hari ke 13 14 15 biasanya sel telor sudah berada pada posisi paling dekat dengan ujung penis saat bersenggama, sehingga jarak tempuh benih laki-laki menuju sel telor lebih dekat. Jadi kemungkinan mati dalam perjalanan menuju sel telor sangat kecil. Teorinya, benih perempuan lebih tahan hidup dibanding benih jantan.
2. Asam Basa Rahim
Untuk mendapatkan anak laki-laki, usahakan pihak wanita bisa orgasme pada saat bersenggama. Dan ini harus. Bahkan kalau bisa orgasme duluan. Untuk mendapatkan anak perempuan, wanita janganlah sampai orgasme. Tapi sedapat mungkin bisa terangsang. Kalau bisa terangsang sekali, tapi tetap jangan sampai orgasme. Pada saat wanita terangsang, suasana rahim menjadi asam. Benih laki-laki kurang bisa bertahan pada suasana asam.
3. Usia Sel Telor
Usia sel telor hanya sekitar 6 jam. Dan ini biasanya terjadi pada hari sekitar 13 14 15 tersebut. Mengingat bibit jantan tidak lebih lama daya hidupnya dibanding perempuan, maka bersenggama pada hari-hari tersebut akan lebih besar kemungkinan untuk mendapatkan anak laki-laki.
4. Usia Sperma
Usia sperma sekitar 48 jam. Ini bisa juga dijadikan dasar planning, kapan harus berhubungan intim untuk mendapatkan anak dengan jenis kelamin yang kita inginkan.
Tentunya tulisan ini untuk pria dan wanita yang normal. Artinya tak punya keluhan dalam hal yang bersangkutan dengan tulisan ini.
1. Siklus Haid
Sebaiknya anda bersenggama pada masa subur, yaitu sekitar hari ke 8 sampai 15.Kebolehjadian untuk mendapatkan anak pada masa ini sangat besar sekali. Untuk mendapatkan jenis kelamin laki-laki untuk anak kita, jangan bersenggama sebelum hari ke 13. Sebaliknya untuk mendapatkan anak perempuan, sebaiknya bersenggama mulai hari ke 8 atau setelah menstruasi bersih. Hindari bersenggama pada hari ke 13 14 15, kecuali anda sudah bersenggama mulai hari ke 8 secara berturut-turut dan atau terus menerus. Tiap malam maksudnya. Pada hari ke 13 14 15 biasanya sel telor sudah berada pada posisi paling dekat dengan ujung penis saat bersenggama, sehingga jarak tempuh benih laki-laki menuju sel telor lebih dekat. Jadi kemungkinan mati dalam perjalanan menuju sel telor sangat kecil. Teorinya, benih perempuan lebih tahan hidup dibanding benih jantan.
2. Asam Basa Rahim
Untuk mendapatkan anak laki-laki, usahakan pihak wanita bisa orgasme pada saat bersenggama. Dan ini harus. Bahkan kalau bisa orgasme duluan. Untuk mendapatkan anak perempuan, wanita janganlah sampai orgasme. Tapi sedapat mungkin bisa terangsang. Kalau bisa terangsang sekali, tapi tetap jangan sampai orgasme. Pada saat wanita terangsang, suasana rahim menjadi asam. Benih laki-laki kurang bisa bertahan pada suasana asam.
3. Usia Sel Telor
Usia sel telor hanya sekitar 6 jam. Dan ini biasanya terjadi pada hari sekitar 13 14 15 tersebut. Mengingat bibit jantan tidak lebih lama daya hidupnya dibanding perempuan, maka bersenggama pada hari-hari tersebut akan lebih besar kemungkinan untuk mendapatkan anak laki-laki.
4. Usia Sperma
Usia sperma sekitar 48 jam. Ini bisa juga dijadikan dasar planning, kapan harus berhubungan intim untuk mendapatkan anak dengan jenis kelamin yang kita inginkan.
Jumat, 01 Oktober 2010
Antara Sebuah Fakta atau Rekayasa

Film G30 S PKI, Fakta atau sebuah rekayasa sejarah?
Hingga akhir kekuasaan rezim Soeharto semua orang percaya bahwa semua itu adalah perbuatan yang diotaki oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) dan di pelajaran sejarah pun di catatkan kronologi menurut kepentingan penguasa saat itu. Namun ketika orde reformasi dan tumbangnya rezim orde baru sepeninggal Soeharto dimana kebebasan berbicara terbuka lebar mulailah terkuak satu persatu kejanggalan skenario sejarah yang selama ini dicatatkan.
Dalam buku Sejarah kelas 3 kurikulum 1994 ditulis bahwa PKI yang menjadi dalang peristiwa Gerakan 30 September 1965. Dimana peristiwa itu mengigatkan kita bahwa PKI selalu berusaha mencari kesempatan untuk melakukan Kudeta (perebutan kekuasaan).
Dalam buku tersebut juga disebutkan bahwa Aidit menugaskan Kamaruzaman alias Syam sebagai Ketua Biro Khusus PKI untuk merancang dan mempersiapkan perebutan kekuasaan. Kemudian biro ini melakukan pembinaan terhadap perwira-perwira ABRI diantaranya adalah Brigjen Supardjo dan Letkol Untung dari TNI AD, Kolonel Sunardi dari TNI AL dan Letkol Anwas dari Kepolisian. PKI menyadari bahhwa hambatan untuk mencapai tujuannya adalah TNI AD. Oleh karena itu pada tanggal 30 September 1965 sebelum subuh tanggal 1 Oktober 1965 upaya penculikan dan pembunuhan terhadap para perwira tinggi TNI AD dilancarkan. Di buku tersebut juga dipaparkan bahwa penumpasan pemberontakan G30S/PKI dilakukan oleh ABRI dan rakyat yang setia kepada Pancasila. Mayjen Soeharto sebagai Panglima Kostrad (Komando Strategi Angkatan Darat) mengambil langkah-langkah untuk memulihkan kembali keadaan.

Pengambilan jenasah para Jenderal AD di Lubang Buaya
Adapun pemaparan baru tentang fakta dan opini di balik G30S/PKI itu, ingin merubah total peran dan posisi Soeharto terhadap G30S/PKI yakni sebagai sebagai pemberantas yang cekatan dan jitu mejadi terlibat atau tersangka.
Fakta-fakta tersebut antara lain:
1. Pengakuan Kol. A. Latief (gembong PKI) bahwa dua kali ia memberitahukan kepada Soeharto tentang rencana penindakan terhadap sejumlah jendral. Dalam bahasa laten menghadapkan Dewan Jendral kepada Presiden. Namun Soeharto yang pada saat itu Panglima Kostrad tidak mengambil inisiatif melapor kepada atasannya. Dia diam saja dan hanya manggut-manggut mendengar laporan itu. Latief menginformasikan rencana penindakan terhadap pera Jendral itu dua hari dan enam sebelum hari H.2. Fakta bahwa sebagai perwira tinggi dengan fungsi pemandu di bawah Pangab Jendral A. Yani, Soeharto tidak termasuk sasaran G30S/PKI. Ini bisa dipertanyakan, mengingat strategisnya posisi Kostrad apabila Negara dalam keadaan bahaya. Kalau betul Soeharto tidak berada dalam Inner Cycle gerakan, kemungkinan besar ia termasuk dalam daftar korban yang dihabisi di malam tersebut.
3. Hubungan emosional cukup dan amat dekat Soeharto dengan para pelaku PKI yakni Untung dan Latief sedangkan Sjam termasuk kolega Soeharto di tahun-tahun sesudah Proklamasi.
4. Menurut penuturan Mayjen (Purn) Mursjid, 30 September malam menjelang 1 Oktober 1965 itu pasukan Yon 530/Brawijaya berada di sekitar Monas. Padahal tugas panggilan dari Pangkostrad Mayjen Soeharto adalah untuk defile 5 Oktober.
5. Mayjen (Purn) Suharjo, mantan Pangdam Mulawarman yang sama-sama dalam tahanan dengan Mayor (Purn) Soekardi, eks Wadan Yon 530/Brawijaya menceritakan bahwa surat perintah dari Pangkostrad kepada DanYon 530 itu dalam rangka penugasan yang disinggung Jendral Mursjid tadi, ternyata kemudian dibeli oleh Soeharto seharga Rp 20 juta.
Ratna Sari Dewi (mantan istri Bung Karo) pernah menyatakan: ?Sejak pagi 1 Oktober Soeharto sudah propaganda bahwa pelakunya PKI sepertinya dia sudah tahu semua seakan telah direncanakan. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana ia bisa menguasai Indonesia? Harus diingat system komunikasi saat itu belum seperti sekarang. Teleponnya belum lancar dan tak ada yang punya telepon genggam. Bagaimana dia bisa memecahkan masalah yang terjadi pada malam 30 September dan segera bertindak begitu cepat? Kalau belum tahu rencana G30S/PKI ia tidak mungkin bisa melakukannya.?
Dari kutipan buku Sejarah SMP kelas 3 tersebut diatas dengan pengakuan Ratna Sari Dewi kita dapat menarik menarik kesimpulan bahwa Soeharto sudah mengetahui akan terjadi gerakan 30 September yang dilakukan PKI.
Hal ini dibuktikan, mengapa begitu cepat dia mengambil keputusan dan mengumumkan ke seluruh rakyat Indonesia melalui RRI, bahwa telah terjadi peristiwa penculikan oleh gerakan kontra Revolusioner yang menamakan dirinya G30S padahal, alat komunikasi pada saat itu belum secanggih sekarang.
Fakta-fakta lain yang mampu mengungkap kebenaran ini tidak hanya sebatas fakta internal. Lebih dari itu kebenaran yang mulai terkuak mengejutkan masyarakat awam adalah ternayata Soeharto juga mempunyai hubungan dengan CIA. Hal ini terbukti dengan adanya satu kompi batalyon 454 Diponegoro Jawa Tengah dan satu kompi batalyon 530 Brawijaya Jawa Timur, yang secara terselubung digunakan Soeharto sebagai penggerak.
Soeharto disebut-sebut terlibat dalam peristiwa tragis itu. Oleh saksi dan sejumlah pelaku sejarah , serta sejarawan, dikatakan Soeharto mengetahui rencana penculikan para jenderal tapi tidak berusaha mencegahnya. Itulah salah satu titik kontroversi G30S. Buku yang terbit pertama kali pada 1999 ini menyebutkan ada enam titik kontroversi (hlm. 6-9).
Pertama, siapa dalang gerakan 1 Oktober 1965?
Kedua, mengapa Mayjen Soeharto menghalangi Mayjen Pranoto Reksosamodro menghadap Presiden Soekarno untuk didaulat menjadi Men/Pangad, jabatan yang ditinggalkan Letjen Ahmad Yani?
Ketiga, mengapa Soeharto seolah-olah mengulur waktu untuk merebut Gedung RRI dari tangan G30S?
Keempat, mengapa penggalian mayat para jenderal baru dilaksanakan pada 4 Oktober 1965, padahal lokasinya sudah diketahui pada 3 Oktober?
Kelima, adakah konspirasi antara Letkol Untung Syamsuri (pemimpin lapangan), Kolonel Latief, Sjam Kamaruzzaman, dan Mayjen Soeharto? Keenam, mengapa Ketua Partai Komunis Indonesia, D.N. Aidit, dibunuh ketika dia tertangkap di Boyolali, padahal kesaksiannya di pengadilan akan sangat membantu untuk menyingkap tabir G30S yang sebenarnya? Yang menarik pada buku ini adalah pengungkapan pertemuan Kolonel Latief dan Soeharto di RSAD Gatot Soebroto beberapa jam menjelang penculikan para jenderal. Waktu itu anak Soeharto yang berusia tiga tahun, Tommy, ketumpahan sup panas dan dilarikan ke rumah sakit itu. Di sana pada sekitar pukul 21.00, Latief menemui Soeharto. Menurut pengakuan Soeharto, dalam wawancara dengan surat kabar Del Spiegel Jerman Barat pada Juni 1970, kedatangan Latief untuk membunuhnya. “Tapi, nampaknya ia tidak melaksanakan berhubung kekhawatirannya melakukan di tempat umum,” ujar Soeharto. Pengakuan Soeharto itu bertentangan dengan jawaban yang diberikan kepada penulis bernama Brachman pada 1968, yang mengatakan bahwa Kolonel Latief datang untuk menanyakan kesehatan anaknya. “Saya terharu atas keprihatinannya,” kata Soeharto (hlm 18). Sementara itu, Latief sendiri mengatakan: “Yang sebenarnya saya pada malam itu di samping memang menengok putranda yang sedang terkena musibah itu, sekaligus saya melaporkan akan diadakannya gerakan pada esok pagi harinya untuk menggagalkan Coup d”Etat dari Dewan Jenderal, di mana beliau sudah tahu sebelumnya.” (hlm 20). Buku ini juga mengungkap kesaksian Boengkoes, yang muncul di media massa setelah Soeharto lengser.
Boengkoes adalah serma pelaku langsung G30S. Saat gerakan berlangsung ia mendapat tugas menangkap Mayjen MT Haryono. Kesaksian Boengkoes dalam buku ini merupakan kompilasi dari wawancara sejumlah media massa, setelah Boengkoes dibebaskan dari LP Cipinang pada 25 Maret 1999. Salah satu poin kesaksiannya adalah bahwa para jenderal itu tidak disiksa terlebih dahulu sebelum ditembak. Ini sangat berbeda dengan yang digembar-gemborkan Orde Baru bahwa para jenderal itu digambarkan disiksa bahkan dikatakan disayat-sayat, apalagi penis dipotong. “Para jenderal itu dipapah sampai bibir sumur baru kemudian ditembak,” ujarnya. Kesaksian Boengkoes mempertegas hasil Selain itu, kata Boengkoes, “Dan tidak benar kalau ada pesta dan nyanyi-nyanyi (seperti film tayangan TV).
Suasana saat itu benar-benar sepi….” Masih ada sejumlah kesaksian pelaku sejarah mengenai G30S, yang menarik untukdiketahui sebagai perbandingan dengan sejarah G30S versi Orde Baru yang tidak akurat atau sengaja dipalsukan.
Sumber : Ruang Hati.com
Kontroversi Q-Film
Pemerintah Tegur Penyelenggara Q-film
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah sudah menegur penyelenggara Q-Film Festival terkait dugaan pornografi atau perilaku menyimpang dari kebudayaan Indonesia dalam sejumlah adegan film yang diputar dalam festival tersebut.
"(Sudah-red) ditegur oleh Menlu," kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik ketika ditemui setelah upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di komplek Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Jumat.
Jero Wacik menegaskan, pihaknya harus bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri karena pemutaran film tersebut mendapat dukungan pusat kebudayaan negara asing.
Setelah menegur penyelenggara, Jero Wacik bisa memastikan sebagian besar film dalam festival itu tidak jadi ditayangkan.
"Saya sudah mengecek, sebagian besar sudah tidak jadi (ditayangkan-red)," katanya.
Menurut dia, film-film yang akan ditayangkan dalam fesival itu belum lulus sensor.
Padahal, katanya, semua film yang akan diputar di Indonesia harus melalui tahap sensor oleh Lembaga Sensor Film.
"Itu sudah rumus, bukan tidak boleh. Boleh bikin festival tetapi harus disensor dulu," katanya.
Jero Wacik menjelaskan, aturan yang sama juga diterapkan di beberapa negara.
Dia menceritakan, film karya sineas Indonesia tetap harus melalui tahap sensor ketika akan mengikuti festival di Berlin.
Penolakan terhadap Q-Film Festival sebelumnya dilontarkan oleh Front Pembela Islam (FPI).
FPI akhirnya melaporkan pengelola laman Qminity dan panitia Q-Film festival terkait dugaan pornografi ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya.
"Qminity dan Q-Film Festival telah menyebarluaskan film yang memiliki unsur pornografi," kata Kepala Divisi Advokasi (Nahimunkar) FPI Munarman di Jakarta, Jumat.
Ia menyebutkan panitia festival film itu menayangkan film berunsur aksi pornografi seperti tindakan bersenggama yang tidak wajar antarhubungan sejenis.
Ia menambahkan, tindakan komunitas homoseksual dan panitia festival film itu melanggar Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun.
Selain itu, melanggar Pasal 282 tentang Kesusilaan dan Pasal 27 ayat (1), UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).
Sebelumnya, ratusan massa FPI mendatangi Gedung Goethe Institut (GI) Jalan Sam Ratulangi Nomo 9-15, Jakarta, dan mendesak panitia menghentikan kegiatan festival film tersebut.
Festival itu akan menggelar acara di 10 tempat di Jakarta, antara lain Gedung GI, Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus dan Pusat Kebudayaan Prancis.
Panitia berencana menayangkan film berjudul "Bad Boys Cell 425" berdurasi 123 menit yang disutradarai Janusz Mrozowski, dan "Fucking Different Tel Aviv" yang disutradarai warga negara Israel Queer Crossover
"(Sudah-red) ditegur oleh Menlu," kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik ketika ditemui setelah upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di komplek Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Jumat.
Jero Wacik menegaskan, pihaknya harus bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri karena pemutaran film tersebut mendapat dukungan pusat kebudayaan negara asing.
Setelah menegur penyelenggara, Jero Wacik bisa memastikan sebagian besar film dalam festival itu tidak jadi ditayangkan.
"Saya sudah mengecek, sebagian besar sudah tidak jadi (ditayangkan-red)," katanya.
Menurut dia, film-film yang akan ditayangkan dalam fesival itu belum lulus sensor.
Padahal, katanya, semua film yang akan diputar di Indonesia harus melalui tahap sensor oleh Lembaga Sensor Film.
"Itu sudah rumus, bukan tidak boleh. Boleh bikin festival tetapi harus disensor dulu," katanya.
Jero Wacik menjelaskan, aturan yang sama juga diterapkan di beberapa negara.
Dia menceritakan, film karya sineas Indonesia tetap harus melalui tahap sensor ketika akan mengikuti festival di Berlin.
Penolakan terhadap Q-Film Festival sebelumnya dilontarkan oleh Front Pembela Islam (FPI).
FPI akhirnya melaporkan pengelola laman Qminity dan panitia Q-Film festival terkait dugaan pornografi ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya.
"Qminity dan Q-Film Festival telah menyebarluaskan film yang memiliki unsur pornografi," kata Kepala Divisi Advokasi (Nahimunkar) FPI Munarman di Jakarta, Jumat.
Ia menyebutkan panitia festival film itu menayangkan film berunsur aksi pornografi seperti tindakan bersenggama yang tidak wajar antarhubungan sejenis.
Ia menambahkan, tindakan komunitas homoseksual dan panitia festival film itu melanggar Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun.
Selain itu, melanggar Pasal 282 tentang Kesusilaan dan Pasal 27 ayat (1), UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).
Sebelumnya, ratusan massa FPI mendatangi Gedung Goethe Institut (GI) Jalan Sam Ratulangi Nomo 9-15, Jakarta, dan mendesak panitia menghentikan kegiatan festival film tersebut.
Festival itu akan menggelar acara di 10 tempat di Jakarta, antara lain Gedung GI, Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus dan Pusat Kebudayaan Prancis.
Panitia berencana menayangkan film berjudul "Bad Boys Cell 425" berdurasi 123 menit yang disutradarai Janusz Mrozowski, dan "Fucking Different Tel Aviv" yang disutradarai warga negara Israel Queer Crossover
Langganan:
Postingan (Atom)
